Saat kebebasan menyuarakan keceriaan, larut dalam keindahan alam
Saat hati mulai tersentuh oleh bilur kasih yang pernah dianggap tulus
Saat tembang cinta menggema dalam nuansa biru bahagia
Saat hari indah berganti dera kepedihan
Menanti tenggelamnya matahari di waste dump, meniti lekuk bukitnya
Hanya airmata yang mengalir, butir demi butir
entah menangisi kekecewaan, entah menangisi dusta, entah pula merasa lega
Bukit bukit limonit masih tetap berdiri menunggu datangnya penambang
Biarlah cinta berlalu seiring dengan berhembusnya angin selatan
Biarlah kasih tulus pergi melarung keinginan untuk jumpa pasifik
Tetaplah tegar bagai sang kapten menghadang gelombang
Tetaplah menyanyikan lagu tentang kasih, ketulusan, persahabatan dan cinta
(***ga penting banget yak***)
Untuk teman teman terkasih, persahabatan tak akan larut dalam pertikaian cinta, bukan?